Wonderkid Persebaya Surabaya, Brylian Aldama saat tampil bersama Garuda Select II (sumber: Dokumen Garuda Select)

Brylian Aldama, salah satu pemain yang ikut tergabung dalam Garuda Select, kini mesti hidup mandiri di Inggris.

Pasalnya, negeri Ratu Elizabeth ini tengah diserang pandemi virus corona, sehingga menyebabkan akses masuk dan keluar ditutup.

Tak hanya itu, kompetisi sepak bola di Inggris juga dihentikan, mengingat terlalu berbahaya untuk berkumpul bersama dalam rombongan yang banyak.

Lantaran hal tersebut, Brylian kini memilih untuk tetap tinggal di Inggris.

Tak sekadar tinggal, salah satu pilar Timnas U-19 ini turut mendampingi salah seorang rekannya, Bagus Kahfi, yang kini tengah memulihkan diri dari cedera yang mendera.

Brylian dan Bagus kini mesti hidup mandiri, mengingat jarak yang jauh dari keluarga dan sanak saudara, juga karena tengah bermukim di negeri orang.

Melalui sebuah unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, pemain berusia 18 tahun ini menceritakan apa yang tengah ia lakukan di sana.

Brylian mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya tengah berbelanja sendirian di supermarket.

“Hidup mandisi, belanja sendiri, masak sendiri, makan sendiri, tidur sendiri,” tulis Brylian Aldama dalam keterangan foto tersebut.

Unggahan tersebut kemudian ditanggapi oleh eks pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann.

Pelatih yang kini berperan sebagai penerjemah di tim Garuda Select ini meminta Brylian untuk tetap tenang kala tinggal di Inggris.

Selain itu, Timo berharap dan yakin bahwa perjuangan anak asuhnya bergelut di Inggris akan membuahkan sesuatu yang manis di masa depan.

“Sabar ya Bri, namanya juga perjuangan demi masa depan,” tulis Timo dalam komentarnya.

“Siap coach @Timo_Scheunemann,” balas Brylian Aldama.

Hadirnya Timo Scheunemann di skuat Garuda Select kerap kali memberikan rasa aman pada para pemain, yang belum terlalu lancar berbicara dengan bahasa Inggris.