Haudi Abdillah, bek Bali United (Sumber: Top Skor)

Bek Bali United, Haudi Abdillah punya satu kunci agar tak terlalu menghiraukan ujaran dari warganet, baik itu kritik ataupun pujian.

Alih-alih mengamati hal tersebut, eks bek PSIS Semarang ini malah menjadikannya semangat dan dorongan agar bisa terus menyabet prestasi.

Maraknya penggunaan media sosial kini merambah ke dunia olahraga, khususnya atlet.

Mereka kerap menggunakan fasilitas ini agar lebih mudah berinteraksi dengan para penikmat sepak bola.

Namun demikian, netizen atau warganet kerap berubah seperti pisau bermata dua, sesekali memuji dan kali lainnya mereka malah mencaci.

Hal ini terjadi ketika para pemain mengalami kemenangan dan kekalahan dalam pertandingan.

Jika tidak mempunyai perasaan yang tenang saat menghadapi kritikan dari hujatan para warganet, maka performa saat sedang bertanding bersama tim di lapangan juga dapat terpengaruh.

Dilansir dari Indosport, Haudi mengaku bahwa dirinya enggan untuk membawa perasaan soal pernyataan warganet saat timnya mengalami kekalahan, alih-alih jemawa kala menyabet kemenangan.

“Semua posisi pasti risikonya sama, jika berada di posisi pemain belakang, pasti sering disalahkan ketika tim kebobolan, sama halnya dengan pemain depan, kalau misal tidak mencetak gol, pasti banyak kritikan yang bisa menghampiri,” ujar Haudi.

“Sudah jadi risiko, mau warganet bilang apapun juga ya terima saja, ini bertujuan agar kita dapat tampil lebih baik lagi,” imbuhnya.

Lantaran bisa menyikapi keadaan dengan cukup dewasa, Haudi kerap didapuk sebagai kapten tim, kala masih membela PSIS Semarang pada musim 2017-2018.

Ia merupakan pemain belakang jebolan Diklat Salatiga, yang turun untuk membela Mahesa Jenar pada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim tersebut.

Sebelumnya, Haudi sempat membela PSCS Cilacap sejak tahun 2012-2016.

Bersama tim yang bermarkas di Stadion Wijayakusuma tersebut, pemain kelahiran Denpasar ini mampu menjuarai ISC B pada tahun 2016.