Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengurung pemainnya usai kalah dari Tottenham Hotspur di Liga Inggris.

Manchester City kini tengah gundah gulana, menyusul sang pelatih, Pep Guardiola yang tak kunjung meneken kontrak baru.

Sang pelatih asal Spanyol kini hanya memiliki waktu 12 bulan di Stadion Etihad, mengingat kontraknya yang akan usai pada 2021.

Manchester City kini tengah menghadapi  ancaman sanksi disiplin dan terancam tak tampil di liga Champions selama dua musim ke depan.

Kendati demikian, untuk kasus tersebut kini sedang dalam masa banding di pengadilan Arbitrase melawan sang pemberi sanksi, yaitu UEFA.

City melanggar aturan Financial Fair Play dalam kasus tersebut, sehingga teracncam kehilangan beberapa bintang.

Termasuk Guardiola jika larangan bermain tersebut resmi diberlakukan, bersamaan dengan habisnya kontrak sang pelatih pada musim panas 2021.

“Saya bahagia menjadi bagian tim pada musim ini dan juga musim depan,” ujar Guardiola dilansir dari Daily Mail.

“Saya sungguh bangga berada di klub ini, dan mencoba melakukan yang terbaik. Tetapi saya tak berpikir soal masa depan, karena masih ada laga sisa yang harus difokuskan.”

Guardiola sendiri ingin mencoba meraih gelar Liga Inggris pada musim 2020-2021, mengingat pada musim ini gelar tersebut berhasil disabet oleh Liverpool.

Bahkan, gelar yang diraih The Reds sangat menyakitkan untuk Manchester City, karena dipastikan usai The Citizens takluk dari Chelsea dengan skor 2-1 di Stadion Stamford Bridge.

Namun, untuk merebut kembali gelar juara, City mesti mempertahankan seluruh sumber dayanya untuk merekrut pemain bintang pada musim panas mendatang.

Sejak diambil alih oleh taipan Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour pada 2008, City masih penasaran untuk mendatangkan satu gelar lagi, yakni Liga Champions.

Pada musim ini, klub tersebut punya satu kesempatan, jika pada leg kedua 16 besar bisa mengalahkan Real Madrid.

Liga Champions musim ini masih ditunda, menyusul pandemi virus corona dan akan dilanjutkan pada Agustus mendatang dengan sistem mini turnamen di Lisbon, Portugal.