Menpora Zainudin Amali. (Sumber: Indosport)

Pemprov DKI Jakarta resmi menetapkan Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) masa transisi dari 5-18 Juni ini seperti yang tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 563 Tahun 2020.

Adanya kebijakan itu membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Zainudin Amali mempersilakan induk cabang olahraga (cabor) di Indonesia untuk kembali melakukan latihan.

Dilansir dari detikSport, kabar dari Zainudin Amali ini tidak serta merta cabor bisa langsung melaksanakan pelatihan nasional (pelatnas) secara seketika.

Mereka diwajibkan untuk mengajukan permohonan dulu ke Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sebelum kembali melakukan latihan.

“Pelatnas silakan jalan. Yang penting cabor menyampaikan rencana lengkap tentang pelatnas-nya beserta penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Zainudin Amali lewat pesan pendek, Sabtu (06/06/20).

Dia mencontohkan cabor bulutangkis, angkat besi, dan menembak sejauh ini disiplin dalam menjalankan pelatnas dengan protokol kesehatan dengan karantina tertutup.

Hal itu diharap ditiru cabor lain yang akan menggelar hal serupa.

”Nantinya setelah cabor mengajukan permohonan pelatnas, kami akan verifikasi terlebih dulu. Baru mereka bisa kembali menjalankan pelatnas setelah disetujui Kemenpora,” lanjutnya.

Dari pengajuan itu, Zainudin Amali akan melihat bagaimana penerapan protokol kesehatan secara detail yang disiapkan cabor, sebab hal itu wajib dilakukan.

Kemenpora tidak ingin para atlet terdampak secara langsung alias terinfeksi virus corona (Covid-19).

Sebab saat ini penyakit yang berasal dari Wuhan, China itu masih merajalela di Indonesia dan dunia saat ini.

PSBB Relaksasi yang ada di DKI Jakarta juga jangan diartikan kondisi sudah pulih. Meskipun beberapa kegiatan yang sebelumnya dihentikan bisa mulai aktif kembali.