Donald Trump
Donald Trump. (Foto: CNN.com)

Edisi88 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pada hari Rabu (17/6) lalu bahwa dia tidak akan menutup bisnis lagi, meskipun sejumlah negara bagian kembali melaporkan peningkatan jumlah kasus baru virus corona.

“Kami tidak akan menutup negara lagi. Kami tidak akan diharuskan untuk melakukan itu,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel.

Komentar Trump tersebut datang setelah penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengorbankan sektor ekonomi mereka lagi untuk penanganan virus corona.

Bersepakat dengan para Gubernur, Wakil Presiden Mike Pence mendorong mereka untuk mengulangi lagi klaim administrasi yang meningkatkan jumlah pengetesan untuk peningkatan jumlah kasus, demikian warta dari New York Times.

Analisa dari surat kabar tersebut menemukan bahwa kasus-kasus positif melampaui jumlah rataan tes yang dikelola pada setiaknya 14 negara bagian.

Restoran, gim, sekolah, dan lokasi-lokasi lain telah ditutup pada bulan Maret lalu ketika negara menghadapi gelombang pertama virus corona, yang telah menjangkiti 2,16 juta warga negara Amerika Serikat dan membunuh hampir 118 ribu orang.

Namun dampaknya, ribuan orang Amerika Serikat harus menganggur sebagai imbas dari pandemi. Trump sebelumnya sudah menegaskan kembali untuk meningkatkan kekuatan ekonomi, menjadikannya sebagai modal utama untuk bisa terpilih lagi dalam pemilihan umum pada bulan November mendatang.

Perbatasan Kanada dan Meksiko masih ditutup

Meskipun Amerika Serikat tidak akan melakukan lockdown lagi demi mengembalikan kondisi ekonomi negara, namun perbatasan dengan sejumlah negara tetangga masih ditutup.

Administrasi Trump telah mengatakan pada hari Selasa (16/6) lalu bahwa mereka akan memperpanjang pembatasan yang telah ada untuk perjalanan non-esensial di perbatasan Kanada dan Meksiko karena kecemasan mengenai potensi terjangkit virus corona.

“Perpanjangan ini melindungi warga negara Amerika Serikat untuk tetap melakukan perdagangan esensial dan perjalanan saat kami membuka kembali ekonomi Amerika Serikat,” demikian pernyataan dari Sekretaris Departemen Keamanan Nasional Amerika Serikat (DHS), Chad Wolf, dalam sebuah pernyataan, tanpa menyertakan tanggal spesifik mengenai kapan berakhirnya perpanjangan tersebut.

Pembatasan perjalanan sudah diperpanjang dalam beberapa kesempatan dan akan segera berakhir pada tanggal 23 Juni mendatang, berdasarkan pemberitahuan terkait dari pemerintah Amerika Serikat. Seorang ofisial dari DHS juga mengatakan bahwa perpanjangan teranyar akan berlaku setidaknya selama 30 hari.

Menteri Luar Negeri Meksiko mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter pada hari Selasa (16/6) lalu bahwa pembatasan bepergian antar negara di perbatasan dengan Amerika Serikat akan berlanjut selama 30 hari.

Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka sudah melakukan kontak dekat dengan kedua negara tersebut, Meksiko dan Kanada, mengenai pembatasan perjalanan, yang sudah diberlakukan sejak pertengahan bulan Maret lalu.

Administrasi Trump sudah memperpanjang penutupan perbatasan tanpa batas waktu yang tidak berkaitan dengan deportasi besar-besaran dari para migran yang tertangkap di perbatasan Amerika Serikat.

Sementara itu, Departemen Keadilan Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa lalu dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka menunda lagi sidang untuk ribuan migran yang telah menunggu di Meksiko untuk sidang pengadilan imigrasi Amerika Serikat.

Departemen Keadilan, yang menangani sistem keadilan imigrasi, mengatakan bahwa sidang untuk mereka yang katanya bagian dari program Protokol Perlindungan Migran akan ditangguhkan hingga 20 Juli.

“Ini akan meningkatkan keperluan berkunjung dari dalam Meksiko ke Amerika Serikat selagi kondisi pandemi di Meksiko masih buruk,” demikian kata Departemen Keadilan.

Ribuan orang telah hidup di dalam tenda kotor di dekat perbatasan Amerika Serikat-Meksiko, yang menurut ahli kesehatan dan imigrasi telah membuat mereka rentan terjangkit virus corona.